Tampilkan postingan dengan label kolom sastra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kolom sastra. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 November 2020

HUJAN BULAN JUNI

 

oleh Sapardi Djoko Damono

Tak ada yang lebih tabah

dari hujan bulan Juni

Dirahasiakannya rintik rindunya

kepada pohon berbunga itu


Tak ada yang lebih bijak

dari hujan bulan Juni

Dihapusnya jejak-jejak kakinya

yang ragu-ragu dijalan itu


Tak ada yang lebih arif

dari hujan bulan Juni

Dibiarkannya tak terucapkan

diserap akar pohon bunga itu

Jumat, 23 Oktober 2020

Cintaku Jauh di Pulau

Chairil Anwar

Cintaku jauh dipulau,

Gadis manis, sekarang iseng sendiri 

Perahu melancar, bulan melancar

Di leher kukalungkan ole-ole buat si pacar 

Angin membantu, laut terang tapi terasa 

Aku tidak kan sampai padanya 

Di air yang tenang, di angin mendayu 

Di perasaan penghabisan segala melaju 

Ajak bertakhta, sambil berkata: 

“tunjukkan perahu ke pangkuanku saja,” 

Amboi! Jalan sudah bertahun ku tempuh! 

Perahu yang bersama kan merapuh! 

Mengapa ajal memanggil dulu 

Sebelum sempat berpeluk dengan cintaku! 

Manisku jauh dipulau, Kalau kumati, dia mati iseng sendiri


Jumat, 02 Oktober 2020

Gedungku Kesepian

                                                                                         (anonim)                

Kini, gedungku tak berpenghuni

Laba-laba mulai merajut jaring

Pada debu kaca jendela yang kian menguning

Pada jejak kaki yang hampir menghilang

Ada sisa kapur mengarang kisah

 
Tamannya tak lagi ada yang menjaga

Daun dan ranting berserakan

Suara nyaring yg dulu begitu membahana

Kini hilang dalam buaian ‘Daring’

Entah kapan berakhir…

Bagai menghitung semut beiring ke tempat berteduhnya

Kini, ia senang tak ada yang menggoda

Kini gedung tinggal sendiri

Setelah lama ditinggal sang penghuni 

Mungkin ia sudah rindu si pemilik hati

Dalam diam ia menangis tak bertepi

Dalam pilu gedungku kesepian….


                                                          

              


Jumat, 25 September 2020

IZINKANKAN AKU MENULIS PUISI

                                                                      

Oleh Ina Hadiani Kelas VIII-1
                     

Ibu…..

izinkan aku menuliskan puisi,

karena dalam puisi ini

aku mengabdikan kebaikanmu

             Ibu….

             Izinkan aku menuliskan puisi

             Karena dalam puisi ini tercurah segala rasa,

             Entah rindu ataupun kasih sayang

Ibu….

Hari ini hatiku begitu bahagia

Mengenangkan segalanya

Bahwa aku mempunyai seseorang ibu

Yang selalu membuatku bahagia

               Aku mempunyai seorang ayah

               Yang tiada berhenti berjuang

               Mencari nafkah untuk keluarga

               Agar kami semu bahagia

Setiap pengorbananmu,

Dan setiap perjuanganmu

Tidak akan kami sia-siakan.